![]() |
| livecasino338 |
"Kemarin investigasi dengan kapolsek Tanah Abang. Saya, camat dan ranmil saya kumpul semalem di Tanah Abang. Saya tanya 'Pak kita bicara prioritas dulu nih, ada preman enggak?' Enggak ada kata kapolsek. 'Kalau preman ada yang memeras pak? Bapak temui enggak orang luar?' Enggak ada. Kan Pak Kapolsek komandannya. Anak buahnya ada yang jadi babinkamtibnas di kelurahan. Ada anak buahnya juga intel jadi itu," kata Lulung di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa (7/11).
Menurut Lulung, yang ada di Tanah Abang adalah anak lingkungan. Dia menerangkan, anak lingkungan adalah sebutan untuk warga setempat yang mengurus kebutuhan pedagang di Tanah Abang. Dia langsung menegaskan bahwa anak lingkungan berbeda dengan preman yang biasa memeras.
"Kalau preman, yakin, aku yakin anak lingkungan marah. Pasti anak lingkungan dulu yang laporin ke polisi, pasti," tegas Lulung.
Dia menjelaskan ini terkait temuan lembaga Ombudsman RI soal pungutan liar dari pedagang kaki lima (PKL) ke personel Satpol PP melalui perantara preman. Lulung kembali menegaskan bahwa kawasan Tanah Abang bebas preman. Dia malah berbalik menanyakan kepada para awak media terkait temuan Ombudsman.
![]() |
| livecasino338 |
Menurutnya, perlu ada persamaan persepsi pengertian preman. Jangan sampai justru kepala kelompok pedagang di sana yang mengurus kebutuhan pedagang, disebut sebagai preman.
"Makanya saya bilang kategori preman dulu nih. Jangan orang dituduh, eh loe preman? Padahal bapak kepala kelompok dari pedagang misalkan punya kewajiban kagak tertib, punya dong? Harus ada kepalanya enggak? Harus dong kalau enggak punya namanya bukan kepala kelompok pedagang," ungkap Lulung.



No comments:
Post a Comment